Karena
minggu kemarin saya tidak hadir kelas E sosial maka saya mencari apa itu LFA di
internet , berikut ringkasan yang saya dapat....
- Logical Framework Analysis (LFA) adalah instrumen analisis, presentasi dan manajemen yang dapat membantu perencana untuk menganalisis situasi eksisting, membangun hirarki logika dari tujuan yang akan dicapai, mengidentifikasi resiko potensial yang dihadapi dalam pencapaian tujuan dann hasil, membangun cara untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap tujuan (output) dan hasil (outcomes), menyajikan ringkasan aktivitas suatu kegiatan serta membantu upaya monitoring selama pelaksanaan implementasi proyek (Ausguidline, 2005).
- LFA digunakan ketika melakukan identifikasi dan penjajagan dalam penyusunan proposal, menyiapkan disain proyek/program dalam suatu sistematika dan kaitan yang masuk akal, penilaian disain proyek/program, memutuskan persetujuan untuk pelaksanaan proyek/program, monitoring dan evaluasi kemajuan (progress) dan kinerja (performance) program.
- LFA juga dapat digunakan sebagai petunjuk teknis dalam pengelolaan program, atau tepatnya kemampuan tehnis, bahwa yang bersangkutan mempunyai kemampuan tehnis dalam menyelenggarakan suatu program. Logical Framework sebagai kemampuan tehnis program karena dapat digunakan sebagai alat untukPerencanaan, Penilaian, Monitoring dan Evaluasi dari kegiatan-kegiatan dalam program yang telah dibuat.
Dalam pelaksanaannnya
Logframe disusun dalam bentuk Matrix atau biasa disebut dengan
logframe matrix yang terdiri atau mempunyai 4 elemen dasar yaitu
- Hubungan antara Goals, Objectives,
Outputs dan Activities
- Logika Vertikal dan Logika Horisontal
- Indikator
- Asumsi dan resiko yang perlu diindetifikasi
pada tahap penyusunan program
- Goals dalam kerangka logis (logframe) adalah tingkatan dengan tujuan tertinggi, merupakan hasil akhir tetapi diluar control program. Objectives atau sasaran program merupakan Rincian/Bagian dari Goal, namun objectives atau sasaran ini selalunya diluar kontrol program. Goal dan Objectives diluar kontrol program karena kegiatan-kegiatan tidak langsung mempengaruhinya tetapi dapat dicapai dengan gabungan beberapa dari program yang satu dengan program yang lainnya. Sedangkan Outputsitu sendiri adalah hasil spesifik apa yang harus diperoleh sesudah program berakhir dan Aktivities adalah Kegiatan-kegiatan apa yang harus disusun untuk memperolehoutputs.
- Dalam matriks logframe kita juga dapatkan istilah Objectively Verifiable Indicatorsatau disingkat OVI yaitu atau dalam bahasa Indonesia disebut indikator verifikasi sasaran tujuan, mengarahkan kita untuk bagaimana kita tahu bahwa program itu berhasil, membantu kita untuk klarifikasi, membantu kegiatan monitoring dan evaluasi dan penggunaannya atau indikatornya dibuat dengan pendekatan SMART (Specific, Measurable, Attainable, Realibility and Timely).
- Kolom lainnya dalam matrik kerangka logis adalah Means of Verification atau disingkat (MOV) atau dalam bahasa Indonesia disebut dengana cara verifikasi yaitu Data-data yang bisa menunjang, sejauh mana data yang dikumpulkan tersebut bermanfaat. Contoh hasil penelitian, Data SDKI, Sensus dan lain-lain. Dan terakhir adalah kolom Risk and Assumptions (resiko dan asumsi). Ditulis berbagai kemungkinan yang terjadi yang dapat mempengaruhi berhasil atau gagalnya suatu proyek atau program.
Kesimpulannya
Secara
umum penggunaan LFA masih terbatas bertujuan untuk penyusunan suatu proyek,
padahal LFA dapat dimanfaatkan dalam proses evaluasi. Pemahaman yang lebih
terhadap LFA dibutuhkan dalam upaya pemanfaatan LFA secara maksimal dan tidak
hanya terpaku pada penyusunan suatu proyek. Pendekatan SMART yang dimiliki LFA
merupakan pendukung kegiatan monitoring dan evaluasi serta untuk menemukan
indikator keberhasilan dari suatu program.
No comments:
Post a Comment