E sosial minggu ke 4 kemarin membahas bagaimana cara membuat artikel yang baik dan benar. dan kami di tugaskan untuk membuat 1 artikel tentang masalah sosial yang sedang mem booming di kota surabaya ini .. berikut adalah artikel saya ... ^.^
Urbanizzazione akankah selalu menjadi sampah kota ?
By: Gusti Michell Lie - 30111041
Urbanisasi atau dalam bahasa italy di sebut Urbanizzazione adalah sebuah siklus perpindahan dari desa ke kota, cerita klasik pada saat arus balik lebaran dan sering kali dianggap menjadi permasalahan utama bagi kota besar seperti surabaya ini. Menurut data dari dinas kependudukan dan catatan sipil sejumlah 0,5 sampai 1 persen dari sekitar 2.885.862 jiwa jumlah penduduk Surabaya bertambah setiap usai lebaran dengan luas kota hanya kurang lebih 29.000 hektar.
Ratusan bahkan ribuan orang dari luar surabaya berbondong – bondong untuk menukar dirinya dengan sesuap nasi bagi dirinya maupun keluarganya dengan bekal diri seadanya. Kebanyakan mereka yang berdatangan adalah merka yang tidak memiliki keahlian khusus sehingga menjadi penganguran di kota asalnya, mereka yang mempunyai mindset bahwa di kota besar “tidur saja dapat menghasilkan uang “ adalah sebuah kelebihan yang tidak ada di kota asal mereka.
kebanyakan mereka datang ke kota besar seperti di surabaya berfikir untuk menghasilkan uang dengan menjadi pengamen , pengemis , gelandangan , buruh kasar , copet , pedagang kaki lima ,tukang koran dan bermacam pekerjaan yang tidak memerlukan kemampuan intelektual untuk melakukannya.
Namun dibalik semua nilai negatif yang ada arus urbanisasi juga memberikan timbal balik kepada kota surabaya banyaknya pembangunan infrastruktur pada 5 tahun terakhir ini semakin bertambah. Mulai dari pertokoan , perumahan , fasilitas umum , sampai dengan pembangunan umum memerlukan tenaga kerja yang tidak sedikit dan mulai susah untuk mendapatkan tenaga kerja yang merupakan penduduk asli surabaya, karena sebagian penduduk surabaya sudah banyak yang memiliki keahlian masing masing maka para pendatang baru inilah yang bekerja utuk banyaknya pembangunan yang dilakukan oleh instansi pemerintah swasta maupun perorangan.
Banyaknya pabrik yang membutuhkan pegawai kasar adalah salah satu yang mendapat dampak positif dari urbanisasi tersebut, standar pendidikan yang sudah lebih maju daripada di kota lain membuat pabrik yang membutuhkan tenaga kasar tidak begitu di minati oleh penduduk asli surabaya, banyak pekerjaan lain yang lebih layak untuk seseoarang lulusan sma maupun lulusan S1. Sehingga merekalah para pendatang yang datang dari luar surabaya yang meminati pekerjaan tersebut.
Tugas pemerintah adalah memberikan pengharapan bagi datangnya orang-orang kreatif pencipta pekerjaan, bukan hanya mereka yang mengandalkan peluang yang sudah ada. Untuk inilah pemerintah harus terus membangun. Bukan hanya untuk keberhasilan politik perseorangan, tapi membuat keseimbangan pertumbuhan secara terus-menerus. Untuk memberi pengharapan bahwa siapapun yang tinggal di kota ini bisa berkembang, ikut menentukan kemajuan.
Tapi sejauh mana mereka tetap dibutuhkan. Jawabannya sepanjang peluang pekerjaan untuk mereka tetap ada. Jika tidak, maka mereka akan menjadi beban kota. Berbagai masalah sosial di perkotaan biasanya terjadi karena kesenjangan antara jumlah tenaga dan peluang yang ada. Kesenjangan antara kemampuan sumber daya manusia dengan kebutuhan tenaga kerja. Ketimpangan antara sektor-sektor yang berkembang dengan sumber daya yang tersedia.
Semakin tinggi laju urbanisasi yang terjadi maka semakin berkembanglah kota tersebut karena jika kota tersebut tidak memiliki daya tarik ekonomi yang tinggi maka tida akan ada laju urbanisasi tersebut. jika suatu kota tidak mengalami urbanisasi maka dapat di katakan kota tersebut adalah kota mati dan tidak akan berkembang. Banyak kota lain yang mengalami laju urbanisasi yang tinggi seperti di jakarta , semarang, bandung bahkan di luarnegeri seperti di bangkok , tokyo , seoul , paris dll menjadi kota besar dan berkembang karena dampak urbanisasiyang tinggi.
Urbanisasi memang menjadi masalah besar jika itu di lakukan secara berlebihan dan besar besaran , sesuatu yang berlebihan memang tidak selalu berdampak baik, maka dari itu tergantung seberapa efektif peran pemkot dalam menangani laju urbanisasi tersebut apakah dapat berdampak baik untuk suatu kota atau justru berdampak sebaliknya.
No comments:
Post a Comment