Monday, August 26, 2013

E social week 4


E sosial minggu ke 4 kemarin membahas bagaimana cara membuat artikel yang baik dan benar. dan kami di tugaskan untuk membuat 1 artikel tentang masalah sosial yang sedang mem booming di kota surabaya ini .. berikut adalah artikel saya ... ^.^



Urbanizzazione akankah selalu menjadi sampah kota ?

By: Gusti Michell Lie - 30111041


Urbanisasi atau dalam bahasa italy di sebut Urbanizzazione adalah sebuah siklus perpindahan dari desa ke kota, cerita klasik pada saat arus balik lebaran dan sering kali dianggap menjadi permasalahan utama bagi kota besar seperti surabaya ini. Menurut data dari dinas kependudukan dan catatan sipil sejumlah 0,5 sampai 1 persen dari sekitar 2.885.862 jiwa jumlah penduduk Surabaya bertambah setiap usai lebaran dengan luas kota hanya kurang lebih 29.000 hektar. 


Ratusan bahkan ribuan orang dari luar surabaya berbondong – bondong untuk menukar dirinya dengan sesuap nasi bagi dirinya maupun keluarganya dengan bekal diri seadanya. Kebanyakan mereka yang berdatangan adalah merka yang tidak memiliki keahlian khusus sehingga menjadi penganguran di kota asalnya, mereka yang mempunyai mindset bahwa di kota besar “tidur saja dapat menghasilkan uang “ adalah sebuah kelebihan yang tidak ada di kota asal mereka. 

kebanyakan mereka datang ke kota besar seperti di surabaya berfikir untuk menghasilkan uang dengan menjadi pengamen , pengemis , gelandangan , buruh kasar , copet , pedagang kaki lima ,tukang koran dan bermacam pekerjaan yang tidak memerlukan kemampuan intelektual untuk melakukannya. 

Namun dibalik semua nilai negatif yang ada arus urbanisasi juga memberikan timbal balik kepada kota surabaya banyaknya pembangunan infrastruktur pada 5 tahun terakhir ini semakin bertambah. Mulai dari pertokoan , perumahan , fasilitas umum , sampai dengan pembangunan umum memerlukan tenaga kerja yang tidak sedikit dan mulai susah untuk mendapatkan tenaga kerja yang merupakan penduduk asli surabaya, karena sebagian penduduk surabaya sudah banyak yang memiliki keahlian masing masing maka para pendatang baru inilah yang bekerja utuk banyaknya pembangunan yang dilakukan oleh instansi pemerintah swasta maupun perorangan. 

Banyaknya pabrik yang membutuhkan pegawai kasar adalah salah satu yang mendapat dampak positif dari urbanisasi tersebut, standar pendidikan yang sudah lebih maju daripada di kota lain membuat pabrik yang membutuhkan tenaga kasar tidak begitu di minati oleh penduduk asli surabaya, banyak pekerjaan lain yang lebih layak untuk seseoarang lulusan sma maupun lulusan S1. Sehingga merekalah para pendatang yang datang dari luar surabaya yang meminati pekerjaan tersebut. 

Tugas pemerintah adalah memberikan pengharapan bagi datangnya orang-orang kreatif pencipta pekerjaan, bukan hanya mereka yang mengandalkan peluang yang sudah ada. Untuk inilah pemerintah harus terus membangun. Bukan hanya untuk keberhasilan politik perseorangan, tapi membuat keseimbangan pertumbuhan secara terus-menerus. Untuk memberi pengharapan bahwa siapapun yang tinggal di kota ini bisa berkembang, ikut menentukan kemajuan.

Tapi sejauh mana mereka tetap dibutuhkan. Jawabannya sepanjang peluang pekerjaan untuk mereka tetap ada. Jika tidak, maka mereka akan menjadi beban kota. Berbagai masalah sosial di perkotaan biasanya terjadi karena kesenjangan antara jumlah tenaga dan peluang yang ada. Kesenjangan antara kemampuan sumber daya manusia dengan kebutuhan tenaga kerja. Ketimpangan antara sektor-sektor yang berkembang dengan sumber daya yang tersedia.

Semakin tinggi laju urbanisasi yang terjadi maka semakin berkembanglah kota tersebut karena jika kota tersebut tidak memiliki daya tarik ekonomi yang tinggi maka tida akan ada laju urbanisasi tersebut. jika suatu kota tidak mengalami urbanisasi maka dapat di katakan kota tersebut adalah kota mati dan tidak akan berkembang. Banyak kota lain yang mengalami laju urbanisasi yang tinggi seperti di jakarta , semarang, bandung bahkan di luarnegeri seperti di bangkok , tokyo , seoul , paris dll menjadi kota besar dan berkembang karena dampak urbanisasiyang tinggi. 

Urbanisasi memang menjadi masalah besar jika itu di lakukan secara berlebihan dan besar besaran , sesuatu yang berlebihan memang tidak selalu berdampak baik, maka dari itu tergantung seberapa efektif peran pemkot dalam menangani laju urbanisasi tersebut apakah dapat berdampak baik untuk suatu kota atau justru berdampak sebaliknya.

Tuesday, August 20, 2013

social enterpreneur week 3

Karena minggu kemarin saya tidak hadir kelas E sosial maka saya mencari apa itu LFA di internet , berikut ringkasan yang saya dapat....

  • Logical Framework Analysis (LFA) adalah instrumen analisis, presentasi dan manajemen yang dapat membantu perencana untuk menganalisis situasi eksisting, membangun hirarki logika dari tujuan yang akan dicapai, mengidentifikasi resiko potensial yang dihadapi dalam pencapaian tujuan dann hasil, membangun cara untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap tujuan (output) dan hasil (outcomes), menyajikan ringkasan aktivitas suatu kegiatan serta membantu upaya monitoring selama pelaksanaan implementasi proyek (Ausguidline, 2005).

  • LFA digunakan ketika melakukan identifikasi dan penjajagan dalam penyusunan proposal, menyiapkan disain proyek/program dalam suatu sistematika dan kaitan yang masuk akal, penilaian disain proyek/program, memutuskan persetujuan untuk pelaksanaan proyek/program, monitoring dan evaluasi kemajuan (progress) dan kinerja (performance) program.

  • LFA juga dapat digunakan sebagai petunjuk teknis dalam pengelolaan program,  atau tepatnya kemampuan tehnis, bahwa yang bersangkutan mempunyai kemampuan tehnis  dalam menyelenggarakan suatu program. Logical Framework sebagai kemampuan tehnis program karena  dapat digunakan  sebagai alat untukPerencanaan, Penilaian, Monitoring dan Evaluasi dari kegiatan-kegiatan dalam program yang telah dibuat.


Dalam pelaksanaannnya Logframe  disusun dalam bentuk Matrix  atau biasa disebut dengan logframe matrix yang terdiri atau mempunyai 4 elemen dasar  yaitu
  1. Hubungan antara Goals, Objectives, Outputs dan Activities
  2. Logika Vertikal dan Logika Horisontal
  3. Indikator
  4. Asumsi dan resiko yang perlu diindetifikasi pada tahap penyusunan program
  • Goals  dalam kerangka logis (logframe) adalah tingkatan dengan tujuan tertinggi, merupakan hasil akhir tetapi  diluar control programObjectives atau sasaran program  merupakan Rincian/Bagian dari Goal, namun objectives atau sasaran ini selalunya diluar kontrol program. Goal dan Objectives diluar kontrol program karena kegiatan-kegiatan tidak langsung mempengaruhinya tetapi dapat dicapai dengan gabungan beberapa dari program yang satu dengan program yang lainnya.  Sedangkan Outputsitu sendiri adalah hasil spesifik apa yang harus diperoleh sesudah program berakhir  dan Aktivities adalah Kegiatan-kegiatan apa yang harus disusun untuk memperolehoutputs.


  • Dalam matriks logframe kita juga dapatkan istilah Objectively Verifiable Indicatorsatau disingkat OVI yaitu  atau dalam bahasa Indonesia disebut indikator verifikasi sasaran tujuan, mengarahkan kita untuk bagaimana kita tahu bahwa program itu berhasil, membantu kita untuk klarifikasi, membantu kegiatan monitoring dan evaluasi  dan penggunaannya   atau indikatornya dibuat dengan pendekatan SMART (Specific, Measurable, Attainable, Realibility and Timely).

  • Kolom lainnya dalam matrik kerangka logis adalah Means of Verification atau disingkat (MOV)  atau dalam bahasa Indonesia disebut dengana cara verifikasi yaitu  Data-data yang bisa menunjang, sejauh mana data yang dikumpulkan tersebut bermanfaat. Contoh hasil penelitian,  Data SDKI, Sensus dan lain-lain. Dan terakhir adalah kolom Risk and Assumptions (resiko dan asumsi). Ditulis berbagai kemungkinan yang terjadi yang dapat mempengaruhi berhasil atau gagalnya suatu proyek atau program.



Kesimpulannya
Secara umum penggunaan LFA masih terbatas bertujuan untuk penyusunan suatu proyek, padahal LFA dapat dimanfaatkan dalam proses evaluasi. Pemahaman yang lebih terhadap LFA dibutuhkan dalam upaya pemanfaatan LFA secara maksimal dan tidak hanya terpaku pada penyusunan suatu proyek. Pendekatan SMART yang dimiliki LFA merupakan pendukung kegiatan monitoring dan evaluasi serta untuk menemukan indikator keberhasilan dari suatu program.

psychology media week - 4


MEDIA MASSA MERUSAK TUMBUH KEMBANG ANAK !!
  

                Media masa sangat mempengaruhi tingkah laku seseorang, apalagi seorang anak yang sedang dalam pertumbuhan. Anak dalam masa pertumbuhan dan perkembangan lebih sangat mungkin melakukan identifikasi perilaku dari orang lain. Sayangnya, saat ini, anak-anak lebih banyak berinteraksi dengan media massa terutama televisi. Jika tayangan televisi menampilkan tayangan yang tidak pantas, maka akan mempengaruhi perkembangan anak kearah negatif secara langsung.

                Media televisi di Indonesia saat ini sunggu sangat memprihatinkan. Tayangan Yang ditampilkan tidak lebih dari tayangan kekerasan, seksualitas, hubungan cinta tanpa batas yang tidak mengindahkan budaya dan agama, identifikasi gender yang bermasalah, pergaulan bebas dan intrik sosial, serta berita-berita kekerasan yang terlalu didramatisir. Hal ini menunjukkan bahwa tayangan televisi di Indonesia sangat tidak bersahabat mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak kearah yang positif.

                 Televisi memegang peranan penting dalam mempengaruhi cara berpikir seorang anak. Beberapa penelitian sudah membuktikan bahwa, sebuah adegan dalam televisi, bisa langsung diimitasi anak setelah menonton tayangan tersebut. Seperti penelitian yang diadakan oleh Albert Bandura, yang memberikan kesimpulan bahwa, anak akan meniru adegan kekerasan lebih besar dari jika ditayangkan adegan kekerasan, daripada tayangan yang bukan bermotif kekerasan. Dan banyak penelitian lain baik dalam negeri maupun diluar negeri yang sudah membuktikan bahwa, televisi memegang peranan penting dalam perkembangan tingkahlaku anak,

             Miller (1996) menyebutkan bahwa paparan media televisi yang menayangkan kekerasan dapat meningkatkan kekerasan pada anak-anak. Demikian pula halnya dengan media cetak yang menampilkan gambar-gambar seronok yang tidak mendidik, akan memberikan dampak buruk bagi tumbuh kembang anak.

               Karena keprihatinan ini, sehingga dihimbau orang tua untuk melarang anak menonton tayangan yang tidak pantas pada anak, dan menyeleksi bacaan anak yang tidak mendidik, seperti foto-foto dan alur cerita yang tidak sesuai dan tidak mendukung pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikologis anak kearah yang positif. Selain itu perlu regulasi besar-besaran mengenai peredaran permainan yang bertema kekerasan dan pengrusakan (seperti pistol-pistolan, pedagang-pedagang, atau mercon) di masyarakat. Permainan ini disinyalir dapat menjadikan referensi buruk bagi anak meniru adegan kekerasan.

repost from http://www.psychologymania.com/2012/03/media-massa-merusah-tumbuh-kembang-anak.html

Tuesday, August 13, 2013

social Enterpreneur

Holiday reflection ..

Dari cerpen yang saya baca yang berjudul seorang wanita dan pangeran dari utara karya Bre redana -kompas 24 /4/ 1992 memgisahkan seorang wanita yang sangat setia menunggu pamgeran nya yang tidak pernah datang yang selalu setia dan sabar dalam penantiannya yang tak kunjung memberikan hasil.

Refleksi linuran saya adalah ketika nerada di kuala lumpur saya menemukan sebuah daerah yang komunitas di daerah tersebut ratarata adalqh orang buta. Dan di situ ada sebuah yayasan khusus untuk penampungan orang buta dan banyak tempat yag mengandalkan twnaga orang buta untuk bekerja di sana sakah satu contohnya adalah blind massage center .

Saturday, August 3, 2013

social enterpreneurship week II

                     social enterpreneurship minggu ke dua membahas tentang program MDG yang di rencanakan masing masing kelompok. kelompok kami memilih permasalahn MDG yang ke 7 yaitu adalah permasalahan lingkungan yang ada di indonesia ini. kami membuat program untuk sebuah gerakan membuang sampah dan menjaga kebersihan lingkungan kita, melalui web kita akan membuat sebuah tips sederhana yang akan di aplikasikan ke masyarakat dengan mudah. namun program kami mendapat pendapat saran dengan merubah media yang di gunakan menjadi media twitter untuk mendapat banyak respon dari masyarakat. dan mengadakan seminar ilmiah yang mengangkat tema lingkungan sehingga dapat memberikan referensi untuk orang awam agar menjaga lingkungan dengan baik.

Friday, August 2, 2013

psikologi media

Salah satu fungsi blog adalah sebagai media bertukar informasi, pendapat dan ide-ide serta sebagai tempat berekspresi di dunia maya. Tidak jarang sahabat blogger menjadi ketagihan dengannya (dunia blogging). Sehari tidak buka blog, seperti ada yang kurang dalam aktivitas keseharian. Dia adalah teman yang senantiasa menemani kesendirian, menampung ide-ide yang ada di kepala sehingga bisa berpindah dan mempengaruhi kepala-kepala pembaca blog. Dia adalah teman dan cermin dalam kehidupan.
Jika sahabat blogger melihat lebih dalam isi blog-blog yang ada, maka sobat blogger dapat melihat sisi kepribadian blogger-blogger yang ada selama ini. Kita akan bahas beberapa dari mereka.

  • Blogger Idealis.
  • Aktivitas sahabat blogger ini lebih kepada aktivitas menguras apa yang ada didalam kepalanya. Tujuannya hanya satu, isi kepalanya harus keluar. Apa yang ditulis, betul-betul hasil pemikiran dan pandangannya terhadap sesuatu. Dia tidak peduli, siapa yang akan membaca dan mengunjungi blognya, mau senang atau benci tidak menjadi masalah. Yang jelas orang tahu, begitulah apa yang dipikirkannya. Biasanya, tampilan blognyapun agak sederhana, sehingga tamu yang datangpun agak kurang, mungkin tamu beranggapan, blogger yang satu ini kurang ramah.
  • Biasanya tulisannya sangat disukai oleh om google, hanya saja selalu jadi korban kopas (kopi paste), tapi itupun bagi dia tidak jadi masalah, yang penting misinya tercapai, bisa mempengaruhi orang-orang yang membaca tulisannya.

  • Blogger Realistis.
  • Kalau bisa saya mengatakan, inilah blogger sejati. Dia menulis sesuai dengan kebutuhan orang-orang. Perkiraan antara waktu, tempat dan pemikirannya harus pas dengan apa yang akan ditulisnya. Kalau blogger idealis lebih kepada bagaimana mengubah pemikiran orang-orang, dia lebih banyak berbagi tentang bagaimana cara menghadapi suatu masalah, lebih praktis. Dia menyediakan tips-tips pemecahan masalah.
  • Jika kita perhatikan angka blogger realis di dunia maya, mungkin ini yang terbanyak. Tampilan blognyapun sangat unik dan mempengaruhi trend blogger yang lain. Jika kita berkunjung ke om google, dia akan menempati halaman pertama di rumah om google. Pengungjungnya sangat banyak, sehingga pengiklan sangat tertarik kepala blogger realis ini.

  • Blogger Ekspresif
  • Ini adalah aktivis blogger yang murah senyum. Di mana-mana pasti terpampang foto-foto, baik di dalam posting blog, sidebar, header blog, bahkan dalam icon blog sekalipun, gambar fotonya kita temukan. Blognya biasanya agak berat untuk di buka. Persentase postingan foto-foto mungkin lebih banyak daripada postingan tulisan. Dia ingin berkomunikasi dengan ekspresi gaya foto.
  • Blogger ekspresif biasanya adalah blogger baru. Dia cukup idealis, tetapi sejalan dengan pengenalannya dengan dunia blogging, dia akan mengikuti trend yang ada.

  • Blogger  Informis
  • Tidak salah mungkin kalau dia adalah seorang tukang gosip atau wartawan. Ada-ada aja info yang di tulis dalam blognya. Dia selalu up to date dengan berita-berita yang ada. Kalau tidak dapat berita terbaru, kegiatan sehariannya hari inipun bisa dia sulap menjadi sebuah berita dalam blognya.
  • Blogger informis ini aktif menulis, kemungkinan juga suka jalan-jalan. Dari aktivitas itulah dia melaporkan kegiatan-kegiatannya tersebut. Suka berkunjung ke blog orang untuk mencari inspirasi baru.

  • Blogger Pemulung (Tukang Sampah)
  • Dari namanya saja, mungkin sahabat blogger sudah tahu, sahabat blogger kita yang satu ini aktivitasnya sama dengan pemulung sampah. Berkunjung sana sini ke blog orang, ambil sana sini, tanpa ada daur ulang atau sedikit daur ulang posting ke blognya sendiri dan menyatakan ini dia hasil karyanya. Pencuri dalam dunia blogging…..


  • Blogger pemulung sebenarnya terinspirasi ingin eksis dalam dunia maya, sehingga mengambil jalan pintas, kopas blog orang. Blogger pemulung tidak bisa dipercaya, sehingga saya sarankan, jangan ada yang membuka blog pemulung ini, apalagi berkomentar pada blognya. Dia tambah semangat untuk eksis jika ada yang memperhatikan. Dalan istilah psikologi, dia ini penderita narsistik, dan kalau gangguan seksualnya disebut ekshibisionis.


Oke sahabat blogger, dimana posisi kepribadian sobat dalam dunia blogging? Silahkan diteruskan aktivitas bloggingnya. Mari berbagi, dalam dunia maya, dimanapun posisi anda, itu adalah pilihan anda. Tapi saran dari saya, jika ada sobat blogger pemulung melintas membaca artikel ini, segeralah tobat, sebelum di buat tobat. Rumah sobat bisa saja di bakar oleh blogger lain, dan om google tidak akan membuka pintunya untuk anda.

Thursday, August 1, 2013

psy media - II

Lagi-lagi facebook, yang membuat ratusan orang menjadi ketagihan dengannya. Sebagai salah satu jejaring sosial terbesar didunia dan terpopuler di Indonesia, facebook ternyata memiliki efek yang besar dalam kehidupan keseharian penggunanya.
Sebagian pengguna facebook menjadi ketagihan dan ketergantungan dengan jejaring sosial yang satu ini. Sebuah fenomena dunia maya yang mempengaruhi efek psikologis. Dalam keadaan dan situasi apapun, seorang yang ketergantungan dengan facebook, akan berusaha untuk berinteraksi dengan dunia maya, walau hanya sekedar update status.
Memang banyak tipe kepribadian pengguna facebook. Ada yang menggunakan facebook sebagai sarana berinteraksi, yang tidak bisa dilakukan dalam dunia nyata secara efesien dan cepat. Tetapi bagaimanapun modernnya dunia jejaring sosial dalam membangun sebuah interaksi sosial, tidak akan menggantikan peran penting interaksi sosial yang sesungguhnya di dunia nyata. Bahkan ada pengguna facebook yang aktif di dunia jejaring sosial ini dan seakan-akan menarik diri dalam kehidupan sosial yang nyata, ini adalah sebuah tingkah laku yang akan membentuk tingkah laku yang abnormal.
Tingkah laku abnormal sebagai akibat dari ketergantungan dengan jejaring sosial dunia maya, karena pada dasarnya dunia maya bukanlah sebuah kehidupan “nyata”. Apa yang ada dalam dunia maya tidak semuanya ada dalam dunia nyata, bahkan apa yang ditampilkan dalam jejaring sosial tersebut, biasanya juga adalah sebuah kepalsuan. Misal saja, seseorang yang pendiam di dunia nyata, tetapi sangat rajin update status setiap saat. Ini adalah contoh bahwa aktivitas dunia nyata dan dunia maya dalam mengungkapkan sisi-sisi kepribadian sangat berbeda.
Apa yang menyebabkan perbedaan tersebut? Bisa saja perbedaan itu karena seseorang tidak bisa berinteraksi langsung dengan kehidupan nyata, dan dunia maya adalah sebuah pelarian. Di dunia nyata tidak ada yang mau mendengarkan, tetapi di dunia maya mereka mempunyai beribu-ribu teman yang siap memberikan comment back, terhadap satusnya. Semakin rajin seseorang memberikan comment, semakin banyak pula comment back yang akan didapatkannya. Apakah comment back yang diterima itu adalah sebuah perhatian yang tulus? Tergantung pada niat hati masing-masing.
“Lagi marah, masuk kamar, tutup pintu, up date status”, atau “ada kecelakaan di depan, berhenti sebentar, ambil HP, up date status”, atau “lagi berantem sama pacar, ganti status berpacaran, jadi single”, dan lain-lain. Yang jelas, orang yang mengalami ketergantungan dengan facebook, biasanya menganggap kehidupan sosial nyata tidak penting lagi, dan jejaring sosial dunia maya adalah jawaban yang instan. Padahal, yang logic adalah memecahkan masalah secara real dan jantan dan menghadapinya secara jantan pula di dunia nyata.