Wednesday, April 17, 2013

week 10


week 10

                kelas kapita selekta  -  Sustainability on social entrepreneur by Ianita
kelas ini membahas tentang sebuah keberlanjutan dari sebuah bisnis enterpreneur di bidang sosial yang biasanya tidak dapat “long last “ pada bisnis tersebut karena adanya hambatan tertentu misalnya modal dan sdm yang kurang . sebenarnya sebuah social enterpreneur dapat di katakan sukses jika memiliki “ Dampak “ pada lingkungan sosial. Bukan hanya sekedar menjalankan misi untukberbagi kepada sesama namun harus memiliki dampak bagi orang lain.

Aspek yang ada daalam suatu bisnis sosial adalah
Money + Human + World

Dalam artian money sebagai modal yang di gunakan, human sebagai obyek dari bisnis sosial tersebut dan world yaitu harus memiliki dampak untuk lingkungan

Tahap yang dapat di terapkan untuk membuat sebuah bisnis sosial yang sustainable adalah

1.       Identifikasi  permasalahan sosial yang ada dalam lingkungan
2.       Membuat ide yang dapat memberikan solusi dari permasalahan tersebut untuk menyelesaikan permasalahan sosial tersebut

Mengetahui perbedaan antar busiines enterpreneur dengan social enterprener adalah pada pendapatan yang mereka dapatkan pada Bisnis biasa hanya mengandalkan keuntungan semata , melainkan dalam bisnis sosial mereka berusaha untuk memberikan dampak sebesar besarnya kepada lingkungan .

Be a world class leader with grassroots understanding

Wednesday, April 10, 2013

week 9

 week 9                  VALUE ADDITION adalah satu elemen penting dalam sebuah bisnis itu adalah inti dari pertemuan minggu ke 9 ini kelas Social entrpreneur , kami mendapatkan kesempatan di ajar oleh dosen pengganti yaitu Bpk.Hendras dan Ibu. Utami. Beliau juga merupakan salah satu dosen Enterpreneur di UC.              Beliu menggambarkan tentang value addit pada sebuah produk untuk menambah nilai dari barang tersebut . di ilustraasikan sebagai 3 orang pemuda yang diberikan tugas untuk menjual sisir kepada bikes di sebuah wihara. Seperti yang kita ketahui bahwa biksu identik dengan kepala “ BOTAK “ , orang pertama berhasil menjual 1 sisir kepada biksu di wihara tersebut , orang ke 2 berhasil menjual 10 buah sisir , dan orang ke 3 berhasil menjual 1000 buah sisir.. mengapa demikian???   · Orang 1 : hanya dapat menjual 1 sisir kepada biksu tersebut dengan menawarkan sisir hanya sebagai sisir saja dan dapat mengaruk kepala biksu tersebut · Orang ke 2 : dapat menjual 10 sisir kepada biksu karena dia menawarkan kepada biksu tersebut untuk di berikan kepada peziarah untuk merapikan rambut mereka sebelum berdoa di wihara tersebut. · Orang ke 3 : berhasil menjual 1000 sisir kepada biksu karena ia menjual di salah satu wihara terkenal di kota tersebut, dan ia menawarkan sisir tersebut sebagai sovenir untuk para turis yang datang , serta dapat memberikan kta mutiara di sisi sisir itu sehingga dapat di simpan sebagai kenang kenangan. Perbedaaan dari ketiga orang tersebut adalah pada pola mind set sertaa inovasi yang di tambahkan sebagai nilai tambah dari barang tersebut   Orang pertama dapat di katakan seoang “ sales “ karena ia hanya menawarkan apa yang menjadi kegunaan umum dari barang tersebut. orang ke dua serta ketiga di katakan seorang “ marketer “ karena dapat menggunakan ide mereka sehingga suatu barang mempunyai banyak fungsi dan tidak berhenti pada satu kegunaan saja melainkan dapat mempunyai kegunaan lain. Selain itu beliau juga menjelaskan mengenai log frame. Log frame terdiri dari 3 bagian. Yang pertama adalah penjelasan mengenai produk. Yang kedua adalah penjelasan bagaimana mengenalkan produk. Dan yang ketiga adalah kepada siapa kita menjual produk tersebut. Jadi value addition pada suatu hal sangat di perlukan untuk menghilangkan efek “ biasa saja “ pada suatu barang/ produk baik itu jasa ataupun benda. Sehingga barang tersebut mempunyai nilai lebih di banding dengan barang yang sama.,  - michell lie -

Tuesday, March 26, 2013

week 7



Last Week Before  Uts ..

Ada yang asik di minggu ini , yaitu pembahasan mengenai acara field trip pada pertemuan kami mendatang. Kami di minta membentuk panitia sendiri  untuk acara field trip tersbut. *can’t wait!*


Setelah membahas tentang planning field trip kami membahas tentang  B – plan , B plan mirip proposal bisnis tetapi banyak hal yang harus di perhatikan karena lebih detil daripada sebuah proposal.  B plan di perlukan pada saat kita memulai sebuah bisnis , untuk mempermudah kejelasan sebuah bisnis tersebut.

Setelah pembahsanb plan selesai di lanjutan dengan presentasi spontan dari tree analysis yang di bahas minggu kemarin mengenai bisnis kita masing-masing . Dari situ kita mendapat banyak feed back yang dapat membantu mengembangkan bisnis kita. Dari feed back yang masuk kita di minta untuk mengumpulkan kepada fasilitator untuk di gunakan sebagai pedoman memilih dosen pembimbing untuk konsultasi.

week 6 - late posting

Karena minggu ini saya tidak mengikuti kelas e sosial jadi saya putuskan untuk melihat update refleksi dari teman lain sajaa.. 
Ternyata minggu ke 6 ini membahas tentang film dokumenter yang menceritakan seorang wanita yang memiliki kehidupan yang kompleks. Bukan hanya masalah yang biasa mereka alami saja namun ada masalah kecil yang kurang di perhatikan oleh wanita dan menjadi akar dari suatu masalah tersebut.             
Dan dari cerita singkat tentang film dokumenter tersebut fasilitator kami memberikan tugas untuk menganalisis masalah pada diri kita , dengan menggunakan tree problem analysis. Mencari permasalahan yang ada , mencari dampak yang terjadi, dan mendapat solusi dari penyelesaian masalah tersebut.  Sehingga kita dapat mengetahui apa akar dari permasalahan yang kita alami selama ini.

Tuesday, March 12, 2013

fifth week



green1 Green Business: “Adopsi Inovasi Bisnis Finlandia” https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnq5AsRBC4RjqnyghfvaboIn6pe_-CF_b6EJAJoYCKeZnARxV3ml8PXqRuiXR5Xt6hbANOscqwcgc-ZgbFfd4_HL5PCLLRBafCbJVUSFvgVju4zMvh0e5OOEoDx8cWx_KYQgtdM7FF_Xg/s400/green2.jpg

Agenda social preneur minggu ini adalah mengikuti seminar dari Teppo Turkki M. Sc.beliau adalah Direktur sekaligus peneliti di Sitra, the Finnish Innovation Fund.  Beliau memberikan seminar tentang bagaimana pemanfaatan energi sehingga dapat mengurangi efek globaliasasi dengan mengusung tema “Green Bussines “



Salah satu cara yang dapat di lakukan beliau utuk mengurangi buruknya efek pemanasan global di negaranya yaitu firlandia adalah green business, salah satu terobosan yang di lakukanbeliau adalah mengurangi pemakaian ac atau penghangat ruangan yang hampir di gunakan di setiap rumah dengan cara memanfaatkan panas dari energi bumi yang di simpan dalam pipa pipa berukuran besar yang di distribusikan ke rumah – rumah untuk di gunakan sebagai penghangat ruangan pada saat musim salju , dan menyimpan udara dingin yang di dapat dari udara dingin air laut yang juga di simpan dalam pipa besar yang di distribusikan untuk pemakaian umum. Sehingga mengurangi pemakaian listrik dan membantu mengurangi pemanasan global.


Namun semua yang mengusung tema GREEN memang harus menguras kantong lebih dalam karena belum banyak ide yang berkaitan dengan tema GO GREEN dan alat yang di gunakan untuk membuat sesuatu bertema green itu lebih mahal 


Tuesday, March 5, 2013









Fourth week


Still remember about BMY ??




BMY atau business model you berfungsi sama seperti BMC digunakan unutk mendefinisikan , mengembangkan karir seseorang. Membantu menjelaskan kelebihan di diri seseorang dan membantu memper jelas apa yang kita butuhkan.










Nahh ... 


Minggu ini saya mempelajari lagi lebih dalam dan mempraktekkan apa itu BMY . secara singkat BMY sama dengan BMC yang membedakan mereka adalah pengguna mereka. BMY lebih fokus untuk mendeskripsikan diri seseorang. Cara awal yang dapat kita lakukan untuk menemukan apa yang ada di dalam diri kita adalah menemukan “interest” dalamdiri kita contohnya saya memiliki ketertarikan dalam bidang fashion. Setelah menemukan interest dalam diri kita di lanjutkan dengan “skill & abilities “ yang ada dalam diri kita. Contoh nya saya mempunyai skil dalam bidang menggambar , setelah itu langkah terakhir adalah mengetahui “personality “ kita contohnya saya adalah seseorang yang memiliki personality ramah , sociable , dan easygoing . setelah kita mengetahui apa yang ada dalam diri kita dapat kita simpulkan bahwa suatu pekerjaan yang cocok dengan kepribadian , skill dan interest kita. Contoh dari interest skill dan personality yang saya miliki cock dengan suatu pekerjaan yang berhubungan dengan fashion dan design m atau bisa jadi menjadi seorang fashion design. 

















INNOVASI 


Setelah kita memiliki suatu tujuan dalam bisnis tidak akan mungkin kita bertahan dengan satu aliran atau tren itu secara terus menerus. Akan di butuhkan sebuah inovasi untuk membuat sesuatu tersebut tidak membosankan. Bagaimana kita dapat membuat suatu inovasi dalam sebuah bisnis??









Untuk melakukan inovasi ada 4 cara yaitu eliminate, reduce, raise, dan create. Eliminate berarti menghilangkan faktor – faktor yang menghambat business kita. Reduce berarti mengurangi faktor – faktor yang di ada di bawah standard. Raise berarti mengingkatkan faktor – faktor yang bisa ditingkatkan. Dan create berarti menciptakan sesuatu yang baru yang belum pernah dilakukan atau dimiliki business lain, menciptakan suatu nilai tambah untuk business kita. 


see u next week .. ^^ 






Monday, February 25, 2013


The third week


                 Tidak seperti minggu sebelumnya agenda E4 social kali ini adalah kelas Kapita Selekta. Kelas kapita selekta ini semacam seminar kecil yang di adakan secara bersamaan dengan peserta kelas E lain nya, seminar yang di adakan tersebut dipilih sesuai dengan minat yang di miliki oleh mahasiswa. Dan yang berhubungan juga dengan proyek mereka.

                Dalam kesempatan ini saya mengambil kelas kapita selekta dengan topik SOCIAL ENTERPRISE. Tutor yang mengampu kelas saya adalah Ms. Ianita sembiring , beliau adalah dosen E4 saya sendiri.


So, what is Social Enterprise ???

SOCIAL ENTERPRISE

              Sebelum membahas tentang social enterprise ada beberpa perbedaan antara Entrepreneur , entrepreneurship , dan enterprise. Any idea bout this word ???

·         Enterpreneur                    
       Didefinisikan sebagai orang yang menciptakan pekerjaan yang berguna bagi diri sendiri. Entrepreneur berasal dari kata entrependere (bahasa Perancis) yang artinya sebuah usaha yang berani dan penuh resiko atau sulit.

·         Enterpreneurship        
      adalah media pembelajaran yang mengajarkan tentang dasar dari ilmu enterpreneur itu sendiri.
· 
        Enterprise                   
      adalah bagian perusahaan atau badan yang menampung ke 2 hal tersebut agar berkembang menjadi sebuah bisnis.

Dan social enterprise sendiri memiliki makna membantu orang lain bukan sekedar membantu namun sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.

Social Entrepreneur VS Social Business

Social Enterpreneur bertujuan agar bisnis yang kita miliki dapat berguna bagi kehidupan sosial dan memiliki dampak yang besar bagi masyarakat, dapat mengurangi permasalahan tersebut dan memiliki profit bagi perkembangan bisnis tersebut. 

Contoh dari social enterprise yang bisa kita lihat adalah Grameen Bank, Aravind Eye Hospital, Dina Abdel Wahab, dan lain sebagainya. Sebagai seorang social entrepreneur kita tidak hanya memberi dampak kepada 1 orang tapi dampak itu dapat dirasakan kepada banyak orang melalui usaha kita.

Pada social business yang juga dapat menghasilkan profit namun berpedoman pada bantuan bantuan semata yang kurang memperdulikan tentang apakah bantuan yang di berikan sesuai dengan yang mereka perlukan. 

Contoh kasus pemberian bantuan bantuan yang di kirimkan untuk orang suku pedalaman yang dilanda kelaparan di bantu dengan memberikan bantuan beras dan mie instan padahal di lokasi yang membutuhkan bantuan mereka terbiasa makan ubi dan tidak dapat memanfaatkan bantuan yang di berikan oleh sejumlah lembaga.

 diragam yang membedakan antare soc entrepreneur dengan saingannya.. 




see you next week ... ^^