Monday, September 16, 2013

psychology media weeek 7

PUNYA bakat? Anda ingin terkenal? Unggahlah ke situs atau media sosil.
Atau ingin dianggap kritikus dan intelektual maka rajinlah berkicau di twitter. 

Apakah ini yang dinamakan budaya instan? Ataukah hanya merupakan akibat dari kehadiran media sosial saja?

Kita sering menjumpai seseorang yang mendadak menjadi terkenal dan kemudian menjadi topik pembicaraan banyak orang. Padahal sebelumnya dia bukan siapa-siapa. Fenomena ini sering disebut sebagai budaya instan. Sekarang instan sangat lazim dan biasa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya yang baru saja terkenal Arya Wiguna dengan kata-kata andalannya atau beberapa tahun silam masyarakat digegerkan dengan video seorang Briptu dari Gorontalo, Norman Kamaru. 

Siapa yang tidak suka mencapai keinganan secara cepat. Budaya instan tidak bisa dilepas dari kemajuan teknologi. Era globalisasi dan keterbukanan membuat sebuah peristiwa dibelahan dunia lain serta merta bisa diperoleh infomasinya dalam waktu yang bersamaan. 
"Sekarang media sosial itu menjadi lebih cepat, efektif, dan masif," Desen Fenomenologi Universitas Indonesia (UI), Donny Gahral Aldian.

Semudah itukah mencapai kesuksesan atau ini hanya menjadi bagian dari suatu proses pencarian jati diri. 

Budaya instan, istilah yang sering didengar saat ini adalah sebuah budaya atau kebiasaan yang mengutamakan kecepatan dan kepraktisan. Berharap memetik hasil lebih cepat dan kurang menghargai proses. 

Edward Burnett Taylor: "Budaya atau kebudayaan merupakan suatu keseluruhan yang kompleks yang mencakup pengetahuan, keyakinan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan segala kemampuan dan kebiasaan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat."


Pendapat lain pun bermunculan mengenai budaya instan. Beberapa psikolog berpendapat salah satu munculnya fenomena ataupun budaya insatan adalah perubahan sosial yang mau tidak mau kini membuat masyarakat bergerak cepat, tepat, tanpa harus memperpanjang waktu. Alhasil, kini masyarakat lupa akan makna penting dari proses. Instan dalam beberapa sisi memang berpotensi membunuh kematang kreatifitas. Baik itu budaya ataupun fenomena yang jelas, instan merupakan bagian dari istilah dikehidupan manusia zaman sekarang.

No comments:

Post a Comment